Selamat Jalan Otang Aling

Editor: Irfan Ahmad author photo
Orang Aling saat Bersama PKT (Foto: Daken Sangaji)
Namanya Otang Aling. Untuk penggila sepakbola Saat itu, pasti tak ada yang mengenalnya. Tapi, buat anak-anak awal 1980an atau tepatnya 28 Juni 1981, Otang Aling adalah bintang.

Dalam laga semifinal Kejuaraan Sepakbola Pelajar Asia, gol tandukannya membawa anak-anak Pelajar Ragunan ke final. Indonesia menang 3-2 atas Malaysia, dua hari sebelumnya pelajar negeri jiran itu baru menyingkirkan Korea Selatan. Tubuh Otang Aling jauh lebih kecil dibanding teman satu tim. Awan Rahargo dan Nursyirwan ujung tombak kembar misalnya, jauh lebih tinggi. Tapi, Otang memiliki kelebihan yang luar biasa.

"Eksplosif!" kata pelatihnya Maryoto. "Larinya kayak kijang, lincah dan licin," puji sang pelatih.
Ya, itu yang membuat sayap kanan, _Catatan: pada masa itu sepakbola masih dimainkan dengan pola MW atau WM. Pemain depan terdiri atas lima orang, sayap kanan, kanan dalam, ujung tombak, kiri dalam, dan kiri luar,_ Otang Aling sangat dihitung oleh lawan-lawan.

Ia mampu berlari sama baiknya dengan para _sprinter_. Tanpa ancang-ancang, ia mampu melesat dengan kencang. Maka, setiap ia berlari ribuan penonton yang rata-rata pelajar bersorak seperti sedang memberi dukungan untuk seorang pelari 100 meter. Dan, kami para wartawan, wabil khusus wartawan foto, selalu mewaspadainya agar dapat gambar terbaik.

Orang Aling berpungung 7 (Foto: Daken Sangaji)
Sayang Otang Aling, Awan Rahargo, dan Nusyirwan, tak berkembang saat memasuki tim senior. Padahal, banyak pengamat yang memprediksi ketiganya bisa meledak di tingkat senior.
Pagi ini, Ahad (28/6) saya dikejutkan dengan WA dari sahabat saya Rully Neere. "Otang Alim meninggal," tulisnya.

Saya coba tanya: "Otang Alim atau Otang Aling?"
Rully menjawab sama. "Dia mantan pemain nasional pelajar yang membawa Indonesia menjadi _runner-up_ kejuaraan pelajar Asia," katanya.

Tiba-tiba bayangan saya melesat jauh ke Ragunan dan Stafion Utama Gelora Senayan. Sebagai wartawan muda, saat itu, saya sangat bergairah meliput kejuaraan internasional pertama saya. Dan, saya sangat terkesan dengan Otang Aling yang lugu dan tak banyak bicara.

Selamat jalan sahabat, semoga Allah SWT membukakan pintu maafNya untukmua, melimpahkan rahmatNya yang maha luas untukmu. Aamiin ya Rabb.

Tulisan ini ditulis oleh M. Nigara (Wartawan Sepakbola Senior) dan disadurkan kembali untuk Keluarga Besar Gang Kayu Bua, Kota Baru. Termin Kasih.
Share:
Komentar

Terkini